Tuesday, September 29, 2015

Refleksi Tragedi Makkah 1436H, adakah penutup tahun kesedihan umat Islam. Sampai bila , sampai bila ?

Assalamualaikum,

Alhamdulillah bersyukur kita ke hadrat Allah s.w.t yang telah mengurniakan nyawa untuk kita terus melayari kehidupan di muka bumi-Nya ini yang penuh dengan dugaan. Menyingkap tahun 1436H, tahun hijrah ini telah menyingkap beberapa peristiwa yang amat menyedihkan buat umat Islam. Namun yang pasti menjadi kedukaan terbesar adalah tragedi di Makkah ( Masjidil Haram) dan di Mina. Adakah kejadian itu hanyalah kejadian tanpa kita melihat dalam aspek yang lebih luas, memuhasabah diri ?

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]
Setiap tahun umat Islam dari seluruh dunia akan datang dan berkumpul di bumi bertuah ini untuk menunaikan rukun Islam yang ke-5, yakni ibadah Haji. Umat Islam dari pelbagai latar-belakang dan berbeza bangsa dan warna kulit. Tapi mereka berkumpul dan bersatu atas kalimah Allah dengan tujuan yang sama untuk meng'ESA'kan Allah s.w.t.

Namun adakah itu sahaja yang diperintahkan oleh Allah s.w.t? Kitab Al-Quran yang diturunkan itu , adakah hanya mengajar untuk kita bersatu dan bekerjasama atas urusan ibadah Haji sahaja ? Tidak, Al-Quran itu merangkumi pengaturan yang melingkungi urusan individu, masyarakat, bernegara dan ibadah kepada Allah s.w.t. Tapi apakah ruh yang hilang dalam masyarakat aau komuniti umat Islam hari ini?
" Dan ika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewa di negeri itu ( suapaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kederhakaan dalam negeri itu,maka sudah sepantasny berlaku terhadapnya perkataaan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya" Al-Isra: 17 

Google+ Followers